Kisah cinta aku dan dia

Wednesday, October 5, 2011
aku cinta dia
lama dari dulu
membesar aku dengannya
banyak masa dihabiskan bersama

kemudian aku meningkat remaja
masih setia bersamamu
walau koordinat ku mungkin berubah, kasihku tetap padamu

meningkat dewasa, waktuku bersamamu makin singkat
makin sukar..
kau juga banyak berubah..
dari segi rupa
dari segi ragammu

terkadang aku lupa
kau ada saat sedihku
kau ada saat aku sunyi
kau menceritakan aku pelbagai perkara
memberi ku tahu
tangis ketawa sama...

kini aku kenang kembali
kisah cinta kita yang dari dulu
kau tak pernah pergi dari diri
sayangmu buatku terharu

begitulah kisah cintaku
antara aku dan dia
antara aku dan peti tv
dan kini tanpa ragu
AKU SAYANG KAMU!







kisah satu malam

Sunday, September 18, 2011
motor goyang-goyang
tayar pancit..aku duduk sorang
malam-malam....tepi jalan.....hilang arah


siang tadi kena marah, petang tadi kena tegur
tadi lencun, masuk air cond, balik jalan jem

palat kata kau?
aku bersyukur
ada perkara-perkara yang tuhan bayar tunai


17092011-0005-Sanggar Bahasa





malam bicara

Friday, September 16, 2011
biarlah aku yang merasa
biarlah aku yang terasa
andai ada siksa
andai ada derita

nikmat mungkin akan dikongsi sama
andai ada yang saksama
andai ada budi bahasa

tidak penting bagiku ini semua
cukup hati yang tidak sengsara
akal yang tidak gila
perut yang tidak lapar sentiasa
 
17092011- 0024: serdang

selain jendelaku

Sunday, April 17, 2011



tidak adil jika aku mengatakan dunia itu
kejam
sunia itu
hitam
dunia itu
keji

jika aku hanya memandang dari jendelaku
jika aku hanya memandang dari luar jendela yang lain

sebagaimana orang-orang tidak mengetahui isi jendelaku
begitula aku tidak akan tau apa dibalik jendela-jendela lain jika sekadar melihat dari kejauhan.

ia perlu lebih dari itu
ia perlu lebih dari itu
Wednesday, April 6, 2011


si gadis tertanya-tanya.. tentang segala kewujudan benci di dunia. melihat ke luar jendela, dia melihat terlalu perbagai perkara
perkara benci
perkara nista
perkara dengki
rasa sakit hati..
dia hanya mampu memandang dari jendela kecil di kamar. ingin berada disitu sahaja jika mampu. sedangkan melihat saja menimbulkan ngeri..apatah lagi menjejak kaki?

akan tetapi dunia tetap pelu ditempuhi..
dengan berat hati, si gadis menjauh dari jendela itu...
melangkah...
satu
per
satu..

berharap dunia tidak sebegitu kejam padanya..

tiga titik

Monday, April 4, 2011
yup. kenyataan itu memang pedih. dan aku menelannya bulat-bulat. sedih tak semestinya menangis. menjadi dewasa itu melalui banyak keperitan. tentu saja bersama beribu kesedihan. tapi tiada mesti teriring tangis...